Postingan

Menampilkan postingan dengan label Senja

Dunia di antara Aku dan Diriku

Gambar
Aku bertemu malam saat berjalan tertunduk tanpa arah tujuan. Menuruti langkah kaki yang juga tak berjejak di belakang. Rembulan pun terus mengawasi dari balik dedaunan yang berayun. Meski hanya bulan sabit namun sinarnya hampir seterang sore hari menjelang senja. Arah langkah kaki ini benar-benar tak teratur. Mengikuti bisikan-bisikan yang berebut perhatian daun telingaku. Bisikan-bisikan yang kadang hanya pelan namun juga bisa begitu keras mengalahkan suara pijakkan kaki. Bisingnya bisa melebihi teriakan kernet bus di terminal kota-kota besar. Aku belum membuka mata meski telah berjalan dua kali mengitari dunia. Tak perlu heran. Duniaku hanya kecil. Hanya sepanjang harapan dan sejauh doa. Isinya pun tak banyak. Tak sepadat bumi manusia pada umumnya. Duniaku hanya berisi dua kata, ketakutan dan keberanian. Tetapi ada celah di antara keduanya. Itulah jalan yang sering ku lalui. Jalan yang sama juga yang tengah ku arungi malam ini. Di duniaku ini juga ada yang berbeda un...

Sajak Bebas : Mengenal Siapa Aku

Gambar
Aku ingin menyaksikan diriku duduk di teras rumah bersama secangkir teh hangat Menyaksikan senja yang tak pernah tenggelam si tepi langit Jingganya terus saja berpendar ke ujung langit Keemasan warnanya melunturkan warna langit yang katanya biru Aku ingin hanyut dalam sunyinya senja bersama sebuah buku Dan direngkuh keemasan cahaya senja yang tak pernah terbenam Dalam sunyi ada kesedihan yang datang dari dalam diriku Dalam kesedihan aku mengenal siapa aku Seutuhnya aku, yang telanjang tanpa tipu daya dan persona Aku selalu suka kesedihan, kesedihan yang tak pernah berusaha ku tinggalkan Kesedihan yang memang lahir bersamaku dari rahim yang sama Itulah aku, selalu percaya bahwa setiap manusia terlahir bersama kesedihan Tangis yang meledak segera saat melihat dunia adalah buktinya Itulah sejatinya kejujuran, telanjang dan bersuara lantang seperti tangisan Tetapi manusia memang durhaka Mereka tak pernah bertindak syukur atas yang ada dalam diri mereka Termasuk juga kese...

Cinta Seranum Senja

Gambar
27/03/2015 Aku tak yakin itu hari apa, tapi ku ingat saat pertama kulihat senyum itu. Ketika itu langit sedikit murung, dia marah karena awalnya tak ada simpul senyum diwajah itu. Bumi yang terlalu ramai, menutup teriak hati yang lelah. Keramaiannya sembunyikan sepi di tepi rasa. Hanya senja yang melihatnya malu. Mataku pun tak melihat sunyi dan teriak marah dibalik wajah itu. Mungkin ini yang dimaksud banyak orang, jangan melihat buku dari sampulnya. Tapi pemilik wajah itu lebih dari sebuah buku. Memang ketika itu ku tak yakin, sampulmu adalah identitasmu. Tapi aku yakin ada yang berbeda pada halaman demi halaman yang kelak terbuka dan terbaca. Duduk ku bersandar pada bumi, mencoba merasakan melodi semesta. Mataku dan wajahmu tak terpisah oleh sekedar teriak atau riuh dan tawa sekitar kita. Sebuah lagu bergema dihatiku, lagu yang menenggelamkan kenyataanku. Damai dan merdu suaranya, irama semesta berpadu nyanyian dari senyummu. Musik terindah yang pernah mengetuk hati dan...