Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rindu

Sajak Bebas : Lukisan di Selaput Mata

Gambar
Masihkah kau ingat, aku suka melukis? Sudah lama aku meninggalkannya. Telah lama aku tak berbincang jujur dengan hatiku yang kau bawa pergi. Maka takkan ada lukisan yang kan tergambar, sebelum kau kembalikan hatiku yang kau tawan. Kecuali malam ini, aku melukis lagi. Melukis senyummu di tengah gelapnya malam. Menggoreskan garis-garis tipis yang menghubungkan bintang-bintang paling terang di alam raya sana. Tetapi kau tahu? Lukisanku akan lenyap esok pagi. Sepanjang siang aku akan menanti-nantikan malam yang cerah tanpa awan. Jika malam datang bersama kabut apalagi hujan, aku takkan bisa melukis lagi. Hanya duduk termenung, berdoa agar waktu segera berlari membawa kembali malam penuh bintang.  Jika dahulu aku melukis dengan warna-warna, maka kini lukisanku hanya hitam dan putih. Karena warnanya t'lah pergi. Terselip dalam lipatan-lipatan rindu yang kau tumpuk rapi di hati. Jika dahulu lukisanku bisa di abadikan dalam sebuah bingkai di kamarmu. Kini lukisanku aba...

Puisi : PER ( H E N T I ) AN

Seketika segalanya berhenti termangu Menyaksikan namamu menguap dari kepalaku Telingaku pun kini begitu pemalu memilih lagu Tak mau ia dengar lantunan lagu-lagu sendu Takkan rela membiarkan ada yang remuk pilu Ragaku masih segar menetap hari-hari esok Namun langkah ini perlahan tapi pasti mulai terseok Ku pahami harus ada yang pergi dan berganti Namun pikiranku tak mampu menahan hati tuk henti Kau, masih satu-satunya yang ku tunggu senyum dan sapamu Di saat yang sama, kau juga satu-satunya yang tak ku inginkan bertemu Di saat yang sama pula ruang rinduku menyerah pada pelukmu Sedang logika di kepalaku berperang melawan hadirmu Matheus Aribowo Salatiga, 26 Juli 2017

Puisi : K I T A

Gambar
Aku pernah memintamu dengan sederhana Melalui doa lirih yang ku senandungkan kepada-Nya Tuhan pernah memberimu dengan sederhana Wujud doamu yang ternyata kita ucapkan bersama Aku pernah bersamamu dengan sederhana Melewati hari-hari yang penuh senyum dan tawa Hari-hari pernah menyatukan kita dengan sederhana Wujud cinta yang menggaung indah melampaui semesta Aku pernah kehilanganmu dengan sederhana Dalam kata-kata yang tak pernah terangkai sebelumnya Aku pernah menangisimu dengan sederhana Karena nafas dan detak jantung ini tak lagi seirama Aku pernah merindukanmu dengan sederhana Dari lagu-laguku yang tak memiliki nada Aku pernah ingin melupakanmu dengan sederhana Karena tak mampu lagi berharap akan adanya KITA Matheus Aribowo 17 Juli 2017

Rindu Seranum Senja

Gambar
Ada ungkapan yang mengatakan ; "Rindu itu seperti hutang, harus dibayar lunas." Rindu Seranum Senja Seperti laut rindu daratan Pantai menjadi pertemuan mereka Bagaikan siang pada malam Senja memberi tempat perjumpaanya Bak sungai mencari samudra Muara menyatukan air mereka Begitu pula Sang Maha Kuasa CINTA adalah kehadiranNYA Tapi satu yang tak terduga Ketika dua hati saling padang Dimana titik perjumpaannya Atau malam yang sembunyikan Jika mata tak bertemu Maka hati saling rindu Jika teringat senyummu Dunia tengah membunuhku Pict : https://princyleni.files.wordpress.com/2015/03/img_20120829104658_503d90b2c8987.jpg