Postingan

Menampilkan postingan dengan label Harapan

Orang-Orang yang Keluar di Waktu Malam #1

Gambar
Baju sudah hitam. Dipakaikannya lagi jaket hitam. Lalu celana pendek hitam turut menghias tubuhnya. Sebelum keluar, ia sambar topi hitam. Sambil berjalan keluar dengan sepasang sandal hitam, ia kenakan topi hitam itu. Sempurna, kini seluruh tubuhnya hitam. Kulitnya memang sejak kecil hitam. Bukan, ia bukan orang berkulit hitam. Kulitnya hitam karena ia suka bermain layang-layang di masa kecil. Kini ia telah beranjak tua. Rambutnya tak lagi hitam sempurna. Giginya pun telah hitam di beberapa bagian. Meski matanya masih hitam. Namun sorotnya telah pudar terkikis jaman. Setiap malam di bawah langit yang hitam, ia duduk di tikungan jalan beraspal hitam. Menghitung mobil yang lalu lalang. Tak semua mobil ia hitung, hanya mobil yang berwarna hitam. Jika ia lihat ada yang juga berkaca hitam, menangislah ia. Namanya Pak Itam. Kata penjual nasgor di dekat Pak Itam biasa menghitung mobil hitam dengan jarinya. Jari yang juga berkuku hitam. Pak Itam sekarang tinggal seorang diri. Anak...

Derap Masa

Gambar
Tawa itu, amarah itu, kekecewaan itu, kebersamaan itu, keceriaan itu, semua menguap di tengah malam yang bisu. Sepasang mata masih terbuka dengan kepala yang mencoba menerawang masuk menjejakkan kaki di jalan yang t’lah dilewati sebelumnya. Jalan penuh rasa, jalan berkerikil suka berselang duka. Sebuah cerita tentang manusia yang bercerita tentang masa-masa terindah dalam hidupnya. Masa yang belum berganti, namun semua berada di ujung bibir dan segera terucap menjadi kata yang berlalu begitu saja. Setiap manusia memiliki masa dimana hidupnya terasa begitu bersemangat, begitu hidup walau kesusahan tak putusnya datang. Walau tak selamanya langit biru cerah, walau tak selalu hujan turun segarkan bumi. Juga dengan masa dimana keceriaan bukan ukuran kebahagiaan, tawa bukan simbol hati nan bersuka. Hidup begitu rumit dengan tawa dan tangis palsunya. Tak ada rencana untuk sebuah kebahagiaan, tak ada penyesalan untuk kebahagiaan. Tak ada yang mengundang duka, namun tak berdaya mengusir ji...

Peran dan Pesan

Gambar
Sore semakin tunduk pada gelap. Pertanda malam segera menunjukan eksistensinya. Sebuah rumah sederhana sediakan halamannya agar beberapa anak berdoa memohon pada Tuhannya. Sinar harapan terpancar dari wajah-wajah yang terhanyut dalam doa. Seperti sekelompok domba yang terpisah dari kawanannya, dan perlahan melihat cahaya penerang yang dibawa sang Gembala yang setia mencari domba-dombaNya yang terhilang. Sebelum malam semakin larut, kami bersama menuju Ungaran (nama daerah di Jawa Tengah). Perlahan tapi pasti, kini kami telah memasuki gerbang kampus STT Abdiel di Ungaran. Terlihat beberapa mahasiswa rapi dan bersiap memulai malam puncak ospek mereka. Acara itu pulalah yang membuat kami berdiri ditempat ini sekarang. Bukan untuk kami, kami datang membawa pesan tentang betapa baiknya Tuhan mengijinkan kami datang ketempat ini. Tak lama setelah serangkaian acara yang menarik dan hangat, kami mendapat giliran untuk disaksikan puluhan pasang mata disana. Tak terasa tiga lagu telah s...

Bingkai Kehidupan

Gambar
Seperti dalam salah satu tulisanku sebelumnya, bahwa manusia senang bermain-main dengan masa. Masa lalu, masa kini dan masa depan. Tak kan ku ulangi cerita yang t'lah lalu, tetapi ku coba melihat sedikit berbeda. Dan semoga benar-benar berbeda. Berangkat dari salah satu cerita sebelumnya pula, aku memulai cerita ini. Seperti sudah pernah aku sampaikan bahwa aku menantang diri sendiri dalam bidang bisnis. Singkat cerita sebuah toko online yang menjual berbagai macam frame telah ku dirikan.  Lalu apa kaitannya dengan manusia yang bermain masa? Ya, jelas sangat berkaitan. Frame tentu biasanya berisi foto kejadian yang telah terjadi. Tak mungkin kan kita pasang foto kejadian yang belum terjadi. Kecuali dalam angan kita yang memang senang bermain-main dengan masa. Foto terbaik atau kenangan terbaik pasti menjadi prioritas utama untuk dibingkai indah dalam frame kotak sederhana. Sesuatu yang indah  agar mengingatkan kita tentang masa yang membawa senyum dan b...