Cerpen : Aksa & Alana
Aku menutup mata. Mencoba merasakan suatu kehadiran tanpa melihatnya. Katamu, kau selalu datang bersama angin yang mengalir lembut di bawah telingaku. Menyibak lembut rambut hitamku yang ku biarkan terurai. Jika angin yang hadir ini adalah wujud rindumu, aku percaya kau tengah tersenyum kali ini. Aku membuka mata dan langit berubah jingga. Warna keemasan berpendar tak tentu arah. Menerobos kawanan awan yang berjalan pelan. Aku tahu benar, hadirmu telah terganti emasnya langit. Damaiku dulu ialah saat ku buka mata dan ku lihat matamu menjatuhkan pandang kepada mataku. Damaiku kini ialah ketika ku buka mata dan ku lihat senja kesukaanmu bersiap pergi tidur. Setelahnya bibirku kan berucap, sampai jumpa esok. Aku belum memulai lembar baru dalam buku kehidupanku. Tetapi aku juga tak berhenti di jurang masa lalu. Hanya saja aku terus berjalan tanpa menuliskannya lagi. Aku mencintaimu, aku juga mencintai kepergianmu. Seperti aku mencintai hari yang cerah, aku juga mencintai ...