Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mimpi

Sambi Lalu

Gambar
"Mengapa kau suka Salatiga dan Bandung?" Karena Salatiga menyediakan semua hal yang membuatmu terus hidup dalam hari-hariku. Meski kau jauh dan tak lagi di sini. Semua tentangmu masih rapi tersimpan di setiap sudut kota ini. Setiap sudut kota dan tak ada yang terlewatkan. Pernah aku tiba di sebuah persimpangan jalan, aku terhenti dan melihat kita bergandengan tangan di pedestrian. Lalu di sebuah kedai teh. Secangkir teh di cangkir berwarna putih polos yang kupesan, memantulkan wajahmu. Tersenyum kepadaku. Di siang yang terik aku berjalan menyeberang keramaian kota. Sampai pada sebuah toko pernak-pernik, dan aku melihatmu memilih benang berwarna-warni. Terlihat kau menimang-nimang benang-benang itu dan bertanya padaku. Benang berwarna apa yang hendak kau bawa pulang. Aku hanya tersenyum. Dan disebuah hari hujan ditengah musim kemarau. Sengaja ku tenggelamkan diriku pada rintik-rintik hujan. Aku ingat, rintik-rintik hujan di kota ini selalu membawa kehangatan dan pesan...

Apakah kita peduli?

Gambar
"Peduli tentang apa? Mengapa judulnya seperti itu?"  Baiklah, jadi begini. Pernahkah kita mendengar sebuah ungkapan "Takkan ada yang peduli pada mimpi kita kecuali diri kita sendiri?" Ya, kira-kira begitu. Benar bukan? Orang lain tak akan ada yang peduli dengan mimpi kita. Mungkin karena mereka juga tengah mencari mimpinya, atau sudah menemukan dan sedang menggelutinya. Tapi tunggu dulu.  Setidaknya ada beberapa hal yang akan kita bahas sebelum lebih jauh lagi. Pertama, aku punya mimpi. Kedua, mampukah kucapai mimpiku. Ketiga, pedulikah dengan mimpiku? Mari kita mulai dari yang pertama . Aku punya mimpi, dalam bahasa kerennya "I Have A Dream" - Martin Luther King Jr. Ungkapan yang begitu powerful ini terjadi dalam pidatonya pada tahun 1963 mengenai Kesetaraan Ras dan Diskriminasi. Siapa sangka sebuah ungkapan sederhana ini membawa kekuatan yang begitu magis. Banyak orang meremehkan mimpi. Mimpi orang lain, bahkan mimpinya sendiri. Sungguh...

Berdiri Di Mimpi

Gambar
Siapa bilang mimpi itu tidak nyata? seperti dingin, ia adalah keadaan dimana keberadaan panas hanya terbatas atau tak ada sama sekali. Maka orang menyebutnya dingin. Lalu lihatlah kegelapan, ia adalah keadaan dimana keberadaan terang sangat terbatas atau bahkan tak ada sama sekali. Maka orang menyebutnya gelap. Lihatlah, apakah dingin dan gelap tidak nyata? mereka nyata, mereka kau rasakan, mereka merengkuhmu. Mereka bisa membunuhmu dengan caranya. Dalam dingin ada kekakuan, ada batas untukmu bergerak. Dalam dingin ada pelukan yang menahanmu. Dalam dingin ada langkah berat yang terseok dan berjejak. Dalam dingin ada hembusan yang tertahan. Dalam dingin ada hal yang tak pernah berubah. Dalam dingin ada yang mengahalangi tatapanmu. Dalam dingin sentuhan adalah kehangatan. Dalam dingin ada diam. Dalam gelap, ada ketidaktahuan. Dalam gelap semua sama. Dalam gelap aku tak mengenalimu. Dalam gelap ada yang melihat tanpa menatap. Dalam gelap tak ada jauh dan dekat. Dalam gelap ada ...

Peran dan Pesan

Gambar
Sore semakin tunduk pada gelap. Pertanda malam segera menunjukan eksistensinya. Sebuah rumah sederhana sediakan halamannya agar beberapa anak berdoa memohon pada Tuhannya. Sinar harapan terpancar dari wajah-wajah yang terhanyut dalam doa. Seperti sekelompok domba yang terpisah dari kawanannya, dan perlahan melihat cahaya penerang yang dibawa sang Gembala yang setia mencari domba-dombaNya yang terhilang. Sebelum malam semakin larut, kami bersama menuju Ungaran (nama daerah di Jawa Tengah). Perlahan tapi pasti, kini kami telah memasuki gerbang kampus STT Abdiel di Ungaran. Terlihat beberapa mahasiswa rapi dan bersiap memulai malam puncak ospek mereka. Acara itu pulalah yang membuat kami berdiri ditempat ini sekarang. Bukan untuk kami, kami datang membawa pesan tentang betapa baiknya Tuhan mengijinkan kami datang ketempat ini. Tak lama setelah serangkaian acara yang menarik dan hangat, kami mendapat giliran untuk disaksikan puluhan pasang mata disana. Tak terasa tiga lagu telah s...

Belajar Dari Siapa Saja

Gambar
16/02/2015 Siang itu tak secerah hari lain. Ketika jam tangan menunjukan pukul 13.00, berjalanlah kami berdua menuju Gereja depan kampus. Walau perut masih kenyang selepas makan siang, tapi harus tetap berjalan cepat karena takut terlambat. Sampai di depan Gereja dimana tiga teman kami sudah berada disana. Kemudian disusul dua teman lagi datang agak terlambat. Kami bertujuh pun berangkat ke Bawen dengan angkutan umum. Sampai di bawen, kami pun (anak-anak kost) iuran untuk membawakan sedikit hadiah kecil untuk teman-teman kami. Teman-teman kami yang tinggal di Pondok Diakonia. Sebuah Panti yang cukup besar di daerah Bawen. Aku katakan cukup besar karena Panti ini menjadi rumah bagi sekitar 150 anak-anak sampai lansia. Sambutan hangat nan sederhana kami dapatkan dari seorang ibu pengasuh. Tentu beberapa anak yang melihat turut melempar senyumnya pada kami. Bagi ku panti ini masih asing, karena baru kali pertama aku berkunjung. Namun semua berbeda, setelah seoragng ibu pengas...

Bahagiakanlah Dirimu

Gambar
05/02/2015 Sukses? Apasih sukses itu? Kenapa semua orang ingin sukses? Dan sukses seperti apa yang mereka inginkan? Ini nih beberapa pertanyaan yang sering banget muncul di kepala ku. Apa aku harus jawab pertanyaan itu satu persatu disini? Aku rasa tidak perlu.hehe Berawal dari hoby baru ku, membaca. Aku bilang hoby baru karena memang dari kecil aku membaca tapi baca sembarangan (baca : koran, sms, bbm, tweet, status FB, dsb). Nah sekarang bacanya lebih jelas.hehe Baca buku, beberapa buku sudah antre untuk aku baca. Kalau dulu, banyak buku udah ngambek aku cuekin. Ya memang belum lama aku mulai hoby baru ini. Tapi cukup membuat ku merasa sukses kar’na sudah memiliki hoby ini. Nah kan ada kata sukses lagi, apasih sukses ? Eiits, nanti dulu. Dari membaca, membaca dan membaca ini lah aku mulai resah (aseekk resah). Resah tentang banyak hal dalam hidup ini, tentang cinta, tentang rumah, tentang masa depan dan tentang  sukses . Nah kan muncul lagi kata sukses . Tapi sabar ...

Mimpi Layang-Layang

Gambar
28/01/2015 Mimpi telah dimulai. Semua mata berhenti berkedip. Daun telinga tak lagi beranjak mencari frekuensi. Dunia tak lagi bising, ia hanya berbisik mengingatkan lonceng untuk tak berbunyi sekarang. Sebuah ruang kubus menjadi dunia diluar alam yang begitu luas. Seorang anak kecil bertanya, “ kenapa layang-layang bisa terbang? padahal berbicara saja dia tak bisa .” Sehelai kertas terbang dan terjatuh didepan si anak kecil. Sehelai kertas yang berbicara, “ ketika kau berlari, bukan suara teriakmu yang membuatmu menjadi lebih cepat .” Si anak kecil pun menangis, karena ia tak ingin berlari. Ia hanya ingin memegang tali yang terikat jauh pada layang-layang yang terbang tenang diantara awan dan angin yang melaju ragu walau kencang. Celoteh pohon pisang di sebelah pos ojeg menarik tatapan dan arah pencarian frekuensi daun telinga si anak kecil. Sang pohon pisang bertanya ; “ pernahkah engkau berlari mengejar layang-layang yang terbang dan talinya kau genggam erat ?” Sekarang b...