Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

Dunia di antara Aku dan Diriku

Gambar
Aku bertemu malam saat berjalan tertunduk tanpa arah tujuan. Menuruti langkah kaki yang juga tak berjejak di belakang. Rembulan pun terus mengawasi dari balik dedaunan yang berayun. Meski hanya bulan sabit namun sinarnya hampir seterang sore hari menjelang senja. Arah langkah kaki ini benar-benar tak teratur. Mengikuti bisikan-bisikan yang berebut perhatian daun telingaku. Bisikan-bisikan yang kadang hanya pelan namun juga bisa begitu keras mengalahkan suara pijakkan kaki. Bisingnya bisa melebihi teriakan kernet bus di terminal kota-kota besar. Aku belum membuka mata meski telah berjalan dua kali mengitari dunia. Tak perlu heran. Duniaku hanya kecil. Hanya sepanjang harapan dan sejauh doa. Isinya pun tak banyak. Tak sepadat bumi manusia pada umumnya. Duniaku hanya berisi dua kata, ketakutan dan keberanian. Tetapi ada celah di antara keduanya. Itulah jalan yang sering ku lalui. Jalan yang sama juga yang tengah ku arungi malam ini. Di duniaku ini juga ada yang berbeda un...

Sajak Bebas : Lukisan di Selaput Mata

Gambar
Masihkah kau ingat, aku suka melukis? Sudah lama aku meninggalkannya. Telah lama aku tak berbincang jujur dengan hatiku yang kau bawa pergi. Maka takkan ada lukisan yang kan tergambar, sebelum kau kembalikan hatiku yang kau tawan. Kecuali malam ini, aku melukis lagi. Melukis senyummu di tengah gelapnya malam. Menggoreskan garis-garis tipis yang menghubungkan bintang-bintang paling terang di alam raya sana. Tetapi kau tahu? Lukisanku akan lenyap esok pagi. Sepanjang siang aku akan menanti-nantikan malam yang cerah tanpa awan. Jika malam datang bersama kabut apalagi hujan, aku takkan bisa melukis lagi. Hanya duduk termenung, berdoa agar waktu segera berlari membawa kembali malam penuh bintang.  Jika dahulu aku melukis dengan warna-warna, maka kini lukisanku hanya hitam dan putih. Karena warnanya t'lah pergi. Terselip dalam lipatan-lipatan rindu yang kau tumpuk rapi di hati. Jika dahulu lukisanku bisa di abadikan dalam sebuah bingkai di kamarmu. Kini lukisanku aba...

Sambi Lalu

Gambar
"Mengapa kau suka Salatiga dan Bandung?" Karena Salatiga menyediakan semua hal yang membuatmu terus hidup dalam hari-hariku. Meski kau jauh dan tak lagi di sini. Semua tentangmu masih rapi tersimpan di setiap sudut kota ini. Setiap sudut kota dan tak ada yang terlewatkan. Pernah aku tiba di sebuah persimpangan jalan, aku terhenti dan melihat kita bergandengan tangan di pedestrian. Lalu di sebuah kedai teh. Secangkir teh di cangkir berwarna putih polos yang kupesan, memantulkan wajahmu. Tersenyum kepadaku. Di siang yang terik aku berjalan menyeberang keramaian kota. Sampai pada sebuah toko pernak-pernik, dan aku melihatmu memilih benang berwarna-warni. Terlihat kau menimang-nimang benang-benang itu dan bertanya padaku. Benang berwarna apa yang hendak kau bawa pulang. Aku hanya tersenyum. Dan disebuah hari hujan ditengah musim kemarau. Sengaja ku tenggelamkan diriku pada rintik-rintik hujan. Aku ingat, rintik-rintik hujan di kota ini selalu membawa kehangatan dan pesan...

Cerpen : Percakapan dalam Hujan

Gambar
Aku baru saja masuk ke sebuah kedai kopi, ketika ku sadari gawai dan komputer jinjingku tertinggal di meja kantor. Mungkin karena terlalu terburu-buru pergi sebelum hujan datang. Karena di luar sana langit telah membawa teror yang luar biasa mengerikan bagi pejalan kaki yang lupa membawa payung. Bahkan juga kepada pengendara sepeda motor yang juga lupa jas hujannya. Di sepanjang perjalanan dari kantor juga orang-orang mempercepat langkahnya. Beberapa pedagang kaki lima mulai berkemas tergesa. Jalanan seketika padat, dan tersendat di beberapa titik jalan. Suara bising klakson menggema di hampir semua jalanan kota. Segalanya begitu cepat berubah, tawa riang bahagia bisa dengan segera berubah menjadi tangis duka yang dalam. Tetapi bukankah memang begitu indahnya. Hidup dengan kejutan-kejutan yang tak pernah kita tahu. Meja kosong dekat jendela kaca yang luas menjadi singgasanaku sore ini. Tempat yang strategis. Dari sini aku bisa menyaksikan riuhnya jalanan tanpa suara bisingn...

51 yang (Ber)lalu

Gambar
51 bulan setelah tanggal 29 februari tahun 2012. Di malam yang katanya adalah malam dimana planet Mars bersinar paling terang selama 10 tahun ini. Ada dua hati yang begitu murung dan redup. Mungkin karena sinarnya dipinjam Mars malam ini. Dua hati yang duduk termenung, menilik kembali jauh ke dalam rongga-rongga yang terlalu lama terlewati. Mengenang kembali 51 bulan yang lalu. 51 bulan panjang yang terasa begitu pendek. Terasa singkat namun menaungi ratusan cerita hari-hari dalam suka, duka dan cinta. Riangmu tergambar dalam satu kedipan. Sedihmu terdengar dalam satu tarikan nafas malam ini. Hembusan nafasku masih mengisyaratkan keinginan untuk melengkapi satu sama lain. Tapi ini badai, badai yang tak terelakkan. Badai yang tak cukup kuat untuk kita mampu bertahan. Bahkan sekedar berpegang tangan pun kini kita tak mampu. Badai mengapa datang saat kakiku begitu lemah tuk berpijak. Badai datang justru di tengah damainya angin semilir kian kemari. Saat rindu beradu dengan jarak dan w...

Cinta Lukisan Senja

Gambar
Sore itu, iya itu sore. Atau mungkin masih siang aku lupa. Hanya karena sedari pagi aku di tempat ini, tak lagi ku hiraukan waktu. Oke, aku ingat, itu di sebuah siang. Sebuah siang yang terik. Kuingat dari banyaknya cahaya yang menerobos kaca bening di samping tempat dudukku. Ku ingat pula saat mataku bermain dengan tarian bayang-bayang dedaunan di luar jendela.  Beberapa buku menemaniku duduk terhipnotis oleh sepatah kata, "menunggu". Menunggu waktu, menunggu semesta, menunggu mentari, menunggu senyummu. Entah apalagi yang harus ku tunggu, karena hidup sepertinya lebih suka mempersilahkan kita untuk menunggu. Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk "menunggu". Sampai-sampai tak ada yang bertanya apa itu arti "menunggu".  Semua merasa kenal dan dekat dengan "menunggu". Menunggu malam, ketika malam datang maka berganti menunggu pagi. Menunggu lapar, ketika lapar maka makan sembari menunggu kenyang. Menunggumu, setelah kau datang, haruskah a...

Cinta Tak Bertanya

Gambar
Seorang pemuda yang selalu takut memandang wanita bertanya : "Siapa wanita yang layak aku cintai?" "Seberapa angkuh kah cinta, harus menentukan standar kelayakan?" Seorang muda yang datang dengan sepeda tua bertanya : "Apakah dengan sepeda tuaku ini sudah cukup modal untuk aku mencintai?" "Semahal apakah cinta, sampai hanya orang kaya yang boleh memilikinya?" Seorang Ibu yang lelah dengan pekerjaan rumahnya bertanya : "Haruskah aku menentukan siapa wanita yang tepat untuk anakku kelak?" "Butakah cinta, sampai ia tak mampu memilih?" Seorang tua mantan tentara perang bertanya : "Jika aku mati dalam perang, apakah istriku kehilangan cintaku?" "Hidup dimanakah cinta, bukankah ia hidup dalam hati? Bukan dalam ingatan." Seorang anak kecil bertanya : "Apakah Ibuku berhenti mencintaiku ketika dia memarahiku?" "Bukankah matahari tetap bersinar, walau manusia mengel...

Rindu Seranum Senja

Gambar
Ada ungkapan yang mengatakan ; "Rindu itu seperti hutang, harus dibayar lunas." Rindu Seranum Senja Seperti laut rindu daratan Pantai menjadi pertemuan mereka Bagaikan siang pada malam Senja memberi tempat perjumpaanya Bak sungai mencari samudra Muara menyatukan air mereka Begitu pula Sang Maha Kuasa CINTA adalah kehadiranNYA Tapi satu yang tak terduga Ketika dua hati saling padang Dimana titik perjumpaannya Atau malam yang sembunyikan Jika mata tak bertemu Maka hati saling rindu Jika teringat senyummu Dunia tengah membunuhku Pict : https://princyleni.files.wordpress.com/2015/03/img_20120829104658_503d90b2c8987.jpg

Cinta Seranum Senja

Gambar
27/03/2015 Aku tak yakin itu hari apa, tapi ku ingat saat pertama kulihat senyum itu. Ketika itu langit sedikit murung, dia marah karena awalnya tak ada simpul senyum diwajah itu. Bumi yang terlalu ramai, menutup teriak hati yang lelah. Keramaiannya sembunyikan sepi di tepi rasa. Hanya senja yang melihatnya malu. Mataku pun tak melihat sunyi dan teriak marah dibalik wajah itu. Mungkin ini yang dimaksud banyak orang, jangan melihat buku dari sampulnya. Tapi pemilik wajah itu lebih dari sebuah buku. Memang ketika itu ku tak yakin, sampulmu adalah identitasmu. Tapi aku yakin ada yang berbeda pada halaman demi halaman yang kelak terbuka dan terbaca. Duduk ku bersandar pada bumi, mencoba merasakan melodi semesta. Mataku dan wajahmu tak terpisah oleh sekedar teriak atau riuh dan tawa sekitar kita. Sebuah lagu bergema dihatiku, lagu yang menenggelamkan kenyataanku. Damai dan merdu suaranya, irama semesta berpadu nyanyian dari senyummu. Musik terindah yang pernah mengetuk hati dan...

Cinta Malam Cappuccino

Gambar
23/03/2015 Kosong. Sejauh mata memandang kelangit, hanya gelap. Tak benar-benar hanya gelap sampai awan perlahan menyusuri tepian langit malam. Tak benar-benar hanya gelap, sampai bintang-bintang mengedipkan matanya bergantian. Burung malam tak ingin melintas di luasnya malam. Mereka hanya duduk, matanya mengikuti gerak awan yang bergerak perlahan. Suara TV, radio, mulut-mulut penjaga malam terdengar bergantian. Mungkin mereka tahu cara menikmati malam.  Ataukah burung-burung malam yang paling tahu. Malam tak pernah benar-benar sunyi. Sunyi tak pernah seluruhnya menguasai malam. Kegelapan tak selamanya berarti malam. Seperti hati, hati yang berhenti mencintai. Berhenti mencintai adalah kematian bagi hati. Cinta bukanlah nyawa dari sang hati. Tapi hati tak kan hidup tanpa cinta. Cinta tak hanya membuat hati tetap hidup. Tapi cinta membuat malam tetap malam, cinta membuat siang tetap siang. Bahkan, cinta membuat gelap tetaplah gelap. Cinta juga tak mau mengubah terang me...

3 Detik Menatap Arah Jam 6

Gambar
24/3/2015 Tanpa kurasakan terik, ku berjalan menuju keramaian. Keramaian yang sangat asing bagiku. Lama sudah ku tak memasuki pintu ini, dan menyaksikan kesibukan orang-orang lain. Walau aku juga tak yakin mereka benar-benar sibuk. Hanya wajah-wajah cemas dan senyum yang berat yang tergambar pada wajah setiap orang disini. Kulihat seorang teman berdiri berlindung didepan bangunan bertingkat. Berjalan perlahan ku kearahnya, basa-basi kecil bersautan dimulut kami. Tak lama saling bicara, ku buang pandanganku ke sisi lain disekitar keramaian.  Sampai saat dimana mataku terhenti disebuah titik koordinat. Biasa kita sebut arah jam 9. Sebuah magnet tersipu malu pada koordinat tadi.  Mataku menolak memandang, tapi hati ini tak kuasa menahan hisapan magnetik yang ada. Daya tarik magnetik yang tak terukur dan tak kasat mata. Kakiku kubawa menjauh dari tempatnya terbenam sedari tadi. Aku pun duduk dititik koordinat lain. Pemilik arah jam 9 pun beru...

Love GOD Love People

Gambar
11/03/2015 Menurutku, “orang yang membenci (tidak mengampuni dan tidak mengasihi) orang lain adalah orang yang bermasalah dengan dirinya sendiri”. Berangkat dari pendapat ini, aku selalu berusaha untuk mengampuni semua orang yang berbuat salah (baik sengaja/tidak, baik kesalahan besar/kecil). Sebelum itu tentu aku telah berjuang keras untuk mengampuni diri sendiri. Mengampuni masa laluku, mengampuni kelemahanku dan mengubahnya menjadi berkat dan rasa syukur. Mengampuni diri sendiri tidaklah mudah, bukan hanya dimulut. Mengampuni diri sendiri justru tak terucap, namun terlihat dari kedamaian hati dan cara memperlakukan orang lain. Karena ada pendapat juga bahwa cara kita memperlakukan orang lain adalah cerminan kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Berbuat baiklah kepada semua orang, jika memang ingin bertemu kebaikan juga. Mengampuni diri sendiri bukan hanya hubungan antara aku dan diriku. Tetapi lebih penting adalah hubungan antara aku dan Pencipta ku. Karena ketik...

Tau apa tentang cinta?

Gambar
13th Friday 2015 Bulan ini (februari) selalu dikaitkan dengan “Cinta atau Kasih Sayang”. Semua orang lantas mengaku punya kasih atau punya cinta. Lalu yang lain akan meng- claim dirinya pantas atau layak dicintai. Realy? Seyakin apa kita bahwa kita layak dicintai dan kita punya cinta? Apasih ukuran dunia ini untuk semua orang bisa bilang “aku punya cinta”? Apasih syaratnya untuk setiap orang dapat mengaku “aku layak dicintai”? Ah sudahlah, mungkin sudah terlalu banyak pertayaan. So, kita mulai saja cerita singkatnya. Tapi sory, ada satu pertanyaan lagi untuk memulai. Cinta yang mana atau cinta dari siapa yang pertama kali kita sadari kita rasakan di dunia ini? Jawaban yang akan sering kita dengar adalah “cinta dari Tuhan”. Lalu yang (mengaku) sayang keluarga akan mengatakan “cinta dari orang tua”. Yang fanatik pada isme bahwa manusia adalah makhluk sosial (mungkin) menjawab “cinta dari sesama atau lingkungan sekitar”. Juga yang mencintai alam (mungkin) menjawab “cinta...

Tanya Tak Terjawab

Gambar
11/02/2015 “Banyak jalan menuju Roma” ialah ungkapan klasik yang sering kita dengar. Sekilas kita mengira ungkapan itu akan mengantarkan kita ke Roma. Tetapi pernahkan mendengar sebuah bisikan lirih dari lembah yang begitu dalam? Dia berbisik, ungkapan itu tak akan membawamu ke Roma. Ungkapan itu justru membawa kita kepada sebuah persimpangan jalan. Persimpangan jalan yang masih sangat jauh dari Roma. Dan sebuah persimpangan jalan yang tak terhitung seberapa banyak jalan yang bisa kita lewati. Lalu kita sering juga mendengar “hidup itu jalani aja, nikmati aja” . Kalimat itu tak membawa kita pada nikmatnya hidup. Kalimat itu juga membawa kita pada persimpangan jalan, persimpangan jalan menuju hidup yang kita kehendaki. Tanpa kita bertanya, sebenarnya jalan-jalan itu yang kita hidupi. Ada jalan amarah. Ada jalan dendam. Ada jalan iri dengki. Ada jalan keangkuhan. Ada jalan kebimbangan. Ada jalan kesombongan. Ada jalan ketakutan. Ada jalan keyakinan. Ada jalan kebahagiaan. A...

Valentine Ku

Gambar
02/02/2015 Februari adalah bulan yang sangat sering dikaitkan dengan kasih sayang atau cinta atau love, dsb. Ya mungkin karena memang salah satu hari di bulan ini diperingati sebagai hari kasih sayang (Valentine’s Day). Kita tak akan membahas sejarah hari kasih sayang dan apa maksud sebenarnya hari kasih sayang (kemudian kita sebut valday). Tapi kita semua tahu bahwa disetiap sudut kota atau pusat keramaian pernak-pernik valday bertaburan. Kemudian, semua tempat bersaing begitu sengit menjual coklatnya. Iya coklat, kita juga tak akan membahas darimana datangnya coklat saat valday. Anak muda berburu coklat dengan bentuk terbaik dan terunik untuk orang yang mereka cintai (kebanyakkan untuk pacar atau gebetan) ciieeeee. Lalu bagaimana yang belum punya pacar atau gebetan? Dari beberapa cerita atau pengalaman (bukan pengalaman penulis #hahaha) menunjukan bahwa pertama , beberapa anak muda akan sangat gencar mencari korban “hasratnya” untuk membeli coklat. Entah motivasinya biar k...

Nama di sebuah Pintu

Gambar
29/01/2015 Dua buah bangunan berbincang diujung pagi disudut kota dekat perempatan jalan. Sungguh begitu dalam perbincangan mereka. Seorang nenek memakai sweater rajut berwarna putih usang berhenti tepat di depan kedua bangunan itu. Dengan sayu, tatapan si nenek tak berpaling pada riuhnya lalu lintas manusia “sok sibuk” dijalanan. Kedua bangunan tampak melirik si nenek dengan salah satu jendela mereka. Atau aku pikir mungkin angin yang menggerakkan jendela itu. Nada lirih terpaan angin pada jendela rumah itu membuat kerut pipinya mengencang seperti bayi. Tapi tunggu, lalu apa yang kedua bangunan itu perbincangkan? Sepeduli apa si nenek pada perbincangan dua bangunan rapuh yang seakan tak berharga. Lihatlah dedaunan kering berlarian dihalamannya. Rumput liar tak ragu lagi bertumbuh dan dengan bangganya menutup tanah kering di halaman. Tikus-tikus berlari-lari riang menunjukan sekarang dialah penguasa tempat itu. Laba-laba berebut sudut ruang dengan nyamuk yang malas seakan ada ...