Dear Liezle
09/03/2015 Malam yang masih sangat muda terpecah oleh tawa dan keceriaan kami. Sosok wanita yang kami kenal sangat murah senyum duduk diatas sebuah bangku yang dapat dilihat semua pasang mata dirumah itu. Dia lah pemilik malam ini. Setiap kami bergantian bercerita tentang dia dan setiap kami. Tatap mata antusias menghiasi ruang yang sedari tadi hangat adanya. Telinga-telinga bergeser pada frekuensi yang sama. Mendapatkan sumber suara dan melahirkan senyum tipis penuh makna dalam hati. Renyahnya tawa kami tak mampu menutupi satu keinginan kuat yang kami punya. Kami tak ingin secepat ini berjauhan dengan Kak Liezle. Dia lah sosok wanita mungil yang duduk di kursi utama malam ini. Dia lah yang mengajari kami banyak hal. Dia yang memberikan teladan tentang hidup yang berserah pada Tuhan dan mengikuti rencana Tuhan. Imannya membuatnya begitu kuat dan tak ragu menghadapi hari esok. Dia lah kakak dan sahabat kami. Bagiku, mungkin belum terlalu lama kami kenal lebih dekat. Tet...